oleh

DPD Gerindra Sulsel Evaluasi 6 DPC

MAKASSAR – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Sulawesi Selatan pada Kamis (5/12/2019) kemarin, telah memanggil dan melakukan evaluasi tahap pertama terhadap enam Dewan Pimpinan Cabang (DPC), yakni Kabupaten Bantaeng, Maros, Pangkep, Soppeng, Toraja Utara dan Luwu Timur.

“Semalam sudah disampaikan semua kondisi dan masalahnya di masing-masing DPC,” kata Sekertaris DPD Partai Gerindra Sulawesi Selatan, Darmawangsyah Muin, Jumat (6/12/2019).

Terkait apakah nanatinya akan dilakukan pergantian pengurus di DPC tersebut, Darmawangsyah mengaku pihaknya belum bisa memastikan hal tersebut.

Yang jelas, kata dia, dalam pertemuan itu, pihaknya sudah meminta kepada masing-masing DPC, agar struktural pengurus yang kosong diganti dengan beberapa orang yang telah diusulkan pada pertemuan tersebut.

“Itu enam kabupaten kita undang, kemudian kita perintahkan untuk mereka memasukkan nama calon-calon pengurus. Nanti kita akan rapat bersama pak ketua DPD untuk memutuskan, kira-kira yang mana kita usul untuk dilanjutkan, dan yang mana kita anggap perlu dibina,” ungkapnya.

Darmawangsyah menjelaskan, untuk beberapa pengurus yang diusulkan untuk dilakukan perombakan, hal itu bukan dikarenakan adanya permasalahan yang dianggap terlalu serius. Namun karena ada kekosongan, sehingga dimasukkan di posisi tersebut.

“Tidak ada masalah apa-apa, hanya memang ada yang ketuanya sudah mundur, ada sekertarisnya yang tidak aktif, ada yang pergantian ketuanya jadi anggota DPR RI, kira-kira seperti itu,” jelasnya.

Terkait proses pemilihan maupun penunjukan pengganti dari anggota yang telah digeser, menurut Darmawangsyah, pihaknya terlebih dahulu akan melihat kesiapan dan kesanggupan dari para anggota tersebut.

“Jadi kita memang minta kalau mereka menyatakan siap jadi ketua, mengurus Gerindra dan rela mengorbankan potensinya, ya sudah, kita pertimbangkan untuk dijadikan ketua DPC,” ujarnya.

Lebih jauh Darmawangsyah yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel itu mengatakan, di Partai Gerindra tidak ada istilah pencopotan kepengurusan. Yang ada, kata dia, adalah peningkatan jabatan di struktural kepengurusan partai.

“Jadi di Gerindra tidak ada pencopotan. Yang ada adalah pergeseran dan bergeser ke atas,” tutupnya.

(Muh. Saddam/B)


Komentar

News Feed