oleh

Ribuan Hoax Teridentifikasi Mesin AIS Kementerian Kominfo, Isu Politik Terbanyak

JAKARTA – Selama periode Agustus 2018 hingga November 2019, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berhasil mengidentifikasi sebanyak 3.901 hoaks atau kabar bohong maupun berita palsu.

Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu melalui pernyataan tertulisnya mengatakan, dari total 3.901 hoaks sejak Agustus 2018 hingga November 2019 yang diidentifikasi, diverifikasi dan divalidasi oleh Tim Automatic Identification System (AIS) Kominfo tersebut, hoaks kategori politik paling mendominasi.

“Hoaks kategori politik mendominasi, jumlahnya mencapai 973 item hoaks. Disusul 743 hoaks kategori pemerintahan, 401 hoaks kategori kesehatan, 307 hoaks kategori lain-lain, 271 hoaks kategori kejahatan, 242 hoaks kategori fitnah, 216 hoaks kategori internasional dan sisanya hoaks terkait bencana alam, agama, penipuan, mitos, perdagangan dan pendidikan,” papar Ferdinandus, Selasa (3/12/2019) kemarin.

Menurut Ferdinandus, dari penelusuran mesin AIS Kominfo, sepanjang Agustus 2018 sampai November 2019, jumlah hoaks, kabar bohong, berita palsu dan ujaran kebencian meningkat tajam hingga mencapai 501 item hoaks pada bulan April 2019.

“Hoaks politik yang marak muncul di bulan April didominasi kabar bohong yang menyerang pasangan calon presiden dan wakil presiden, partai politik peserta pemilu, maupun penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu,” terangnya.

Olehnya itu, Kementerian Kominfo mengimbau warganet yang menerima informasi elektronik yang patut diduga diragukan kebenarannya, untuk dapat menyampaikan kepada kanal pengaduan konten melalui email: aduankonten@kominfo.go.id.

“Bisa juga melalui akun twitter @aduankonten atau melalui aplikasi pesan instan WhatsApp di nomor 081-1922-4545,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Tim AIS Kementerian Kominfo dibentuk pada Januari 2018 untuk melakukan pengaisan, identifikasi verifikasi dan validasi terhadap seluruh konten internet yang beredar di cyber space Indonesia, baik konten hoaks, terorisme dan radikalisme, pornografi, perjudian, maupun konten negatif lainnya. Saat ini Tim AIS berjumlah 100 personel, dan didukung oleh mesin AIS yang bekerja 24 jam, 7 hari seminggu tanpa henti.

(Sumber: kominfo.go.id) 

Komentar

News Feed