oleh

Tak Dianggarkan di APBD 2020, Bagaimana Kelanjutan Pembangunan Mesjid 99 Kubah?

MAKASSAR – Pembangunan Mesjid 99 Kubah yang digadang-gadang akan menjadi icon baru Sulawesi Selatan, dipastikan terhenti untuk sementara waktu. Pasalnya, anggaran untuk kelanjutan pembangunan mesjid di area atau kawasan reklamasi itu tak masuk dalam APBD 2020.

Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Darmawangsyah Muin mengatakan, tidak dianggarkannya kelanjutan pembangunan Mesjid 99 Kubah di APBD Pokok 2020, karena saat ini proyek tersebut masih dilakukan audit oleh tim yang telah dibentuk Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

“Belum ada (anggarannya di APBD 2020), karena kan kita masih tunggu hasil auditnya. Pak gubernur tentu ingin sekali menyelesaikan itu semua, dan kita juga seperti itu. Hanya saja, kita juga kan harus hati-hati. Makanya dilakukan pemeriksaan (audit) agar tridak ada maslah di belakang hari,” kata Darmawangsyah, Senin (2/12/2019).

“Jadi pasti kita akan selesaikan, tapi kita tidak bisa terburu-buru (selesaikan). sama seperti Stadion Barombong, Mesjid 99 Kubah ini juga kan aset kita,” lanjutnya.

Sambil menunggu hasil audit mesjid 99 Kubah dan Stadion Barombong keluar, lanjut Darmawangsa, maka untuk tahun anggaran 2020, DPRD dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sepakat untuk mengaggarkan renovasi atau rehabilitasi Stadion Mattoanging.

Hanya saja, kata dia, sampai saat ini belum bisa dipastikan berapa anggaran yang dipatok atau diberikan untuk rehabilitasi Stadion Mattoangin tersebut.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Muzayyin Arief menjelaskan, angka pasti dari anggaran rehabilitasi Stadion Mattoanging di APBD 2020 baru bisa diketahui atau dipastikan setelah dilakukan pengecekan dan konsultasi terhadap Ranperda APBD Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2020 di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Pada prinsipnya untuk proyek rehabilitasi stadion ini, baik eksekutif maupun legislatif itu mendukung. Tapi untuk angka apstinya berapa anggaran yang dialokasikan, tunggu sampai kita selesai konsultasi ke Kemendagri. Insya Allah akan lebih lengkap nanti setelah rapat di Kemendagri,” ujarnya.

Sekadar diketahui, para pimpinan dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD akan melakukan konsultasi terkait Ranperda APBD Provinsi Sulawesi Selatan tahun anggaran 2020 ke Kemendagri pada tanggal 3-5 Desember 2019. Dimana dalam Ranperda APBD 2020 yang telah disepakati dan akan dikonsultasikan tersebut, komposisi akhirnya terdiri atas pendapatan Rp10,4 triliun lebih, belanja Rp10,7 triliun lebih, defisit sebesar Rp223 miliar lebih, penerimaan pembiayaan Rp332 miliar lebih, pengeluaran pembiayaan sebesar Rp100 miliar, dan pembiayaan netto sebesar Rp223 miliar lebih.

(Muh. Saddam/B)


Komentar

News Feed