oleh

Anggaran Bina Marga Dipangkas Rp19 M, Biro Umum Ditambah Rp5 M

MAKASSAR – DPRD Provinsi Sulawesi Selatan melakukan pemangkasan atau rasionalisasi anggaran Dinas Bina Marga di Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020. Total anggaran yang dipangkas jumlahnya mencapai Rp19 miliar.

Wakil Ketua DPRD Sulsel, Darmawangsyah Muin mengatakan, hasil dari rasionalisasi anggaran yang ada di Dinas Bina Marga tersebut, dipindahkan ke OPD lain yang pada saat pembahasan di tingkat komisi maupun Badan Anggaran (Banggar) dianggap masih kurang dan membutuhkan tambahan anggaran.

“Ada Rp19 miliar (dipangkas), itu terdiri dari beberapa kegiatan di Bina Marga. Hanya saja detailnya saya tidak tahu, jumlah pastinya ada Rp19 miliar. Tapi itu (anggaran yang dirasionalisasi) ditempatkan kembali. Misalnya di Biro Umum itu kan hanya Rp2,8 miliar, terus dari hasil pantauan kita memang selama ini Biro Umum sangat minim anggaran, khususnya terkait dengan kegiatan-kegiatan tender,” kata Darmawangsyah, Senin (2/12/2019).

Darmawangsyah menyebur, beberapa kegiatan di Biro Umum yang dianggap masih membutuhkan tambahan anggaran, diantaranya perjalanan dinas di Unit Pelayanan Pengadaan (ULP) ytang selama ini tidak ada. Padahal, kata dia, untuk memastikan kualitas kinerja pemenang tender pada setiap proyek, bagian ULP harus melakukan kunjungan ke perusahaan yang bersangkutan.

“Untuk memastikan itu (pemenang tender), mereka harus melakukan kunjungan ke calon-calon pemenang tender. Nah itu yang perlu diperhatikan juga (anggarannya),” ujarnya.

Olehnya itu, lanjut Darmawangsyah, atas pertimbangan itulah sehingga DPRD sepakat memberikan tambahan anggaran untuk Biro Umum di APBD 2020.

“Maka di Biro Umum itu kemarin kita minta penambahan Rp5 miliar, dan alhamdulillah itu disetujui di Banggar. Jadi saya rasa dengan anggaran sekitar Rp7 miliar sekian itu sudah bagus,” pungkasnya.

(Muh. Saddam/B)


Komentar

News Feed