oleh

Nurdin Abdullah Raih Anugerah Gatra 2019

BOGOR – Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah menerima penghargaan Anugerah Gatra 2019 untuk kategori Infrastruktur sebagai Daerah paling Massif Membangun dengan Skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Utama Majalah Gatra, Hendri Firzani kepada Nurdin Abdullah, di IPB Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Ahad (1/12/2019) malam.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Gatra, Hendri Firzani mengatakan, pemberian penghargaan kepada sejumlahg tokoh ini dilakukan atas dasar besarnya perubahan baik yang terjadi di bidang infrastruktur dan reformasi birokrasi dalam lima tahun terakhir.

“Kita bisa merasakan langsung pelayanan yang lebih mudah, cepat dan akuntabel yang tidak hanya terjadi di pusat, tapi juga terjadi di daerah bahkan hingga di level desa,” kata Hendri Firzani.

“Hal ini mejadi dasar bagi kami untuk memberikan anugerah kepada pra tokoh yang ikut mendorong dan menjadi bagian dari perubahan baik tersebut,” terangnya.

Sementara, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah usai menerima penghargaan menekankan pentingnya untuk melakukan sinergitas dan kolaborasi antara pemerinta pusat, provinsi, hingga pemerintah kabupaten.

“Kalau kita melakukan sinergi, bisa ringan pekerjaan dan bisa cepat pekerjaan kebutuhan infarstruktur untuk dinikmati bersama,” kata Nurdin Abdullah.

Penerima Bung Hatta Award ini mengatakan, progres pembangunan nasional yakni bendungan, jalur kereta api dan jalan nasional di Sulawesi Selatan saat ini tengah dalam proses.

“Khusus untuk jalur kereta api Makassar-Parepare diharapkan rampung pada 2021, sehingga konektivitas kedua daerah bisa terbuka,” ujaranya.

Sekadar diketahui, dalam satu tahun pertama kepemimpinan Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, sejumlah pembangunan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, bendungan dan bandar udara di beberapa daerah di wilayah Sulawesi Selatan terus dikebut penyelesaiannya. Hal ini tak lain dilakukan untuk membangkitkan sektor pariwisata serta membuka jalur ekonomi masyarakat di daerah yang masih terisolir.

Bahkan, akses jalan di Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, yang tak tersentuh pembangunan selama 74 tahun, sudah berhasil dilalui kendaraan roda empat pada Sepetember 2019 kemarin. (*)


Komentar

News Feed