oleh

Siap-siap! Eselon III dan IV Mulai Dipangkas Tahun Depan

JAKARTA – Pemerintah akan mulai melakukan pemangkasan eselon III dan IV mulai tahun depan . Hal itu disampaikan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan sambutan pada acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2019, di Rafles Hotel, Jakarta, Kamis (28/11/2019) malam.

Jokowi mengatakan, pemangkasan ini dilakukan dalam rangka penyederhanaan birokrasi dan deregulasi untuk mendukung percepatan dalam setiap pengambilan keputusan, guna menyikapi perubahan-perubahan dunia yang saat ini berubah sangat cepat.

“Mohon maaf kalau di sini ada eselon IV, eselon III, kita akan pangkas itu mulai tahun depan. Tapi pelan-pelan, dan yang terpenting tidak mengganggu income, dan tidak akan menurunkan pendapatan,” kata Jokowi, seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Jumat (29/11/2019).

5 tahun ke depan, kata dia, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) akan menjadi fokus prioritas pemerintah. Sementara kelanjutan pembangunan insfrastruktur, akan diteruskan dengan menyambungkan jalan-jalan tol yang ada ke dalam kawasan pertanian, industri, wisata, sentra-sentra nelayan dan pertani.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga menyampaikan rencana pemerintah untuk mengajukan dua Omnibus law kepada DPR RI dalam waktu dekat. Masing-masing pada bulan Desember 2019 dan Januari 2020.

Dalam Omnibus Law yang bakal diajukan ke DPR RI tersebut, kata dia, ada sekitar 74 Undang-Undang yang disulkan untuk digabungkan.

“Ada 74 undang-undang sudah kita teliti satu per satu, kita gabungkan, dan kita mintakan nanti untuk direvisi secara berbarengan, sehingga terjadi sebuah kecepatan dalam dunia usaha apabila ingin menanamkan modalnya. Inilah yang kita namakan undang-undang cipta lapangan pekerjaan,” terangnya.

Presiden menjelaskan, undang-undang cipta lapangan kerja ini didorong karena muara dari setiap investasi baik dari dalam maupun dari luar negeri adalah cipta lapangan kerja. Pasalnya, saat ini masih ada 7 juta masyarakat Indonesia yang berstatus pengangguran.

“Jadi ini mohon didukung. Jangan dilama-lamain, jangan disulit-sulitin. Karena ini sekali lagi untuk cipta lapangan kerja,” pungkasnya.


Komentar

News Feed