oleh

Mungkin Tak Banyak yang Tahu, di Makassar Juga Ada Ojol Khusus Akhwat

MAKASSAR – Beberapa tahun belakangan, ojek online (Ojol) menjadi salah satu alat transportasi pilihan utama bagi warga Kota Makassar untuk membantu mobilitasnya dalam beraktivitas. Namun, belum banyak yang tahu jika sejak November 2018 lalu, di Makassar juga ada layanan Ojol yang dikhususkan bagi kaum perempuan (akhwat). Namanya Shejek.

Layanan Ojol ini berupa aplikasi dan grup komunitas yang dikhususkan bagi perempuan (akhwat), di mana driver dan pelanggannya sama-sama perempuan.

Founder Shejek, Yofi menuturkan, Shejek untuk pertama kali mulai beroperasi di Bandung pada Mei 2018 lalu. Gagasan untuk mendirikan Shejek ini, kata dia, berawal dari keinginannya untuk menyediakan layanan transportasi khusus bagi para kaum akhwat yang ingin tetap menjaga ketaatan dalam beragama, namun tak mengurangi mobilitasnya.

“Shejek ini saya dirikan untuk membantu para muslimah yang selalu ingin berpergian dengan tetap merasa aman, karena tidak pergi atau diantar dengan yang bukan mahramnya. Awalnya Shejek ini beroperasi di Bandung, dan alhamdulillah sekarang sudah ada di kurang lebih 20an kota di Indonesia, termasuk Makassar, dengan jumlah total driver 1.900an,” kata Yofi, Jumat (29/11/2019).

Untuk di Kota Makassar sendiri, lanjut Yofi, sejak pertama beroperasi pada November tahun lalu, sampai saat ini sudah ada sebanyak 105 mitra (driver) yang bergabung.

“Kita masih buka pendaftaran driver Shejek. Karena target kita itu di tiap 1 wilayah RT minimal ada 3 driver. Pendaftarannya bisa dilakukan via Whatsapp di nomor 081369617475,” ujarnya.

Yofi menjelaskan, fasilitas Shejek ini berbeda dari Ojol lain. Pasalnya, selain via aplikasi, Shejek juga menyediakan grup Whatsapp dan Telegram bagi pelanggan untuk memesan layanan Shejek.

Hanya saja, untuk pemesanan layanan via Whatsapp, pengguna harus menghubungi admin minimal 30 menit sebelum berpergian. Sebab, admin membutuhkan waktu untuk meneruskan pesan ke driver. Sementara jika pemesanan dilakukan via aplikasi, bisa dipesan langsung dengan normal.

“Untuk sistem pesan melalui Whatsapp, pengguna bisa menuliskan alamat dan tujuan di grup, bisa japri ke admin grup, nanti sama admin dishare ke grup driver. Jika ada driver yang bersedia, mereka langsung menghubungi pengguna,” jelasnya.

Terkait sistem bagi hasil dengan para driver, Yofi mengatakan, manajemen Shejek menerapkan sistem 80:20, dimana pendapatan 80 persen untuk driver dan 20 untuk untuk manajemen Shejek.

“Seluruh layanan transaksi Shejek hanya melalui cash, Shejek belum menyediakan fasilitas saldo online,” terangnya.

Perihal persaingan dengan operator Ojol lainnya, Yofi mengaku pihaknya tidak terlalu memikirkan hal tersebut.

“Yang penting kami bisa bantu para muslimah agar tehindar dari khalwat (berpergian dengan yang bukan mahramnya). Apalagi banyak driver Shejek ini single parent, bahkan ada yang harus menanggung hingga 7 anak sendirian. Alhamdulillah menurut mereka melalui Shejek bisa menjemput rezeki dengan cara yang halal dan baik. Tentunya kami bersyukur, karena selain menjaga khalwat, Shejek ini bisa membantu ekonomi umat juga,” pungkasnya.


Komentar

News Feed