oleh

Sasar Wartawan, Perusahaan Israel Sebarkan Malware ke Ribuan Akun WhatsApp

JAKARTA – Facebook melayangkan gugatan ke perusahaan cybersecurity Israel NSO Group karena diduga meretas WhatsApp. Peretasan ini terjadi pada awal 2019.

Dalam gugatan yang diajukan Selasa (29/10/2019) kemarin, Facebook menuduh NSO Group menggunakan server WhatsApp untuk menyebarkan malware ke 1.400 ponsel, dengan menargetkan wartawan, diplomat, aktivis hak asasi manusia, pejabat senior pemerintah dan pihak lain.

Dikutip dari CNBC Indonesia yang melansir CNBC International, dalam gugatannya Facebook disebutkan malware tidak merusak enkripsi WhatsApp, tetapi menginfeksi ponsel pelanggan, memberikan NSO akses ke pesan (messages) perangkat korban. Facebook juga menggugat Q Cyber, perusahaan yang terafiliasi dengan NSO Group dalam kasus yang sama.

Perwakilan dari Facebook tidak segera dapat diminta komentar. Grup NSO tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar.

Dalam melakukan aksi ini NSO menggunakan software andalannya “Pegasus”. Software ini disebut juga meretas Apple iMessage, Skype Microsoft, Telegram, WeChat dan Facebook Messenger.

Dalam postingan blognya, WhatsApp mengatakan telah menghubungi 1.400 pengguna yang diduga jadi korban dan menjelaskan kejadian yang sebenarnya.

“Kami memberi tahu mereka apa yang sebenarnya terjadi,” tulis WhatsApp.

Dalam menyelesaikan masalah ini, WhatsApp bekerja sama dengan Citizen Lab, sebuah kelompok peneliti di Universitas of Toronto.


Komentar

News Feed