oleh

Gubernur Minta Kunjungannya ke Luar Negeri Tak Dipermasalahkan

MAKASSAR – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah meminta agar kunjungannya ke luar negeri, seperti yang baru-baru ini dilakukan ke beberapa wilayah di Australia tidak dipermasalahkan.

Nurdin mengatakan, hal terseebut dilakukannya semata-mata untuk membangun jaringan agar bisa memberikan manfaat bagi perkembangan Provinsi Sulsel.

“Jadi ini teman-teman media jangan ‘kenapa selalu ke luar negeri?’ Kita harus bangun jaringan, kalau perlu bawa semua media ikut. Termasuk anggota dewan, kita sinergi lah,” kata Nurdin, Senin (14/10/2019).

Menurut Nurdin, Australia akan berikan hibah ke Indonesia dengan total Rp40 triliun.

“Orang yang memberikan hibah kan tidak kasih cuma-cuma. Tentu harus keterlibatan perusahaan dia, keterlibatan teknologi mereka. Kan begitu,” ujarnya.

Olehnya itu, kunjungannya ke Australia tersebut dilakukan tak lain untuk menjalin komunikasi agar Sulsel juga bisa mendapatkan hibah tersebut.

“Kita ke sana untuk menjalin komunikasi. Saya di Tazmania itu melihat di sana ada teknologi unggul, dia menciptakan kapal cepat dari alumunium. Nah kita ini di Sulsel punya 330 pulau, dan konektivitas kita masih menjadi masalah. Kalau kita bisa mendapatkan itu, ini akan menjadi keuntungan bagi kita,” ungkapnya.

Perihal kunjungannya ke Australia yang tidak mengikutsertakan oraganisasi perangkat daerah (OPD) teknis dan lebih memilih membawa Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), Nurdin menjelaskan, kunjungan tersebut dilakukannya untuk memenuhi undangan dari pihak Pemerintah Australia.

“Kita ini diundang sendiri. Kan tidak mungkin kita diundang sendiri kemudian bawa 10 orang. Dibeliin tiket, diundang sendiri, semua difasilitasi. Itulah kelemahan kita orang Indonesia, diundang satu tapi 10 yang datang. Kan merepotkan orang yang mengundang,” ujarnya.

Sebelumnya, keikutsertaan TGUPP bersama Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang melakukan kunjungan kerja ke beberapa daerah di Australia menuai sorotan. Pasalnya, kunjungan kerja ke Negeri Kanguru tersebut tak mengikut sertakan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang secara teknis membidangi hal tersebut.

Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif mengatakan, seharusnya pimpinan OPD yang secara teknis lingkup kerjanya di bidang pertanian dan peternakan lebih diutamakan untuk dibawa dalam kunjunga kerja tersebut.

“Pak gubernur kan ke Australia meninjau soal pertanian, peternakan dan lain-lain, jadi kalaupun misalnya TGUPP berangkat tanpa orang dinas (OPD), gimana nanti jadinya? Orang teknisnya memangnya TGUPP atau OPD? Harusnya kan orang dari OPD teknisnya yang diutamakan,” kata Syahar, Rabu (9/10/2019).

Menurut Syahar, ketika TGUPP lebih diutamakan daripada OPD teknis untuk diikutsertakan dalam kunjungan kerja tersebut, ditakutkan para pelaksana teknis dalam hal ini para OPD terkait tidak atau kurang paham saat diberikan penjelasan oleh TGUPP yang berangkat.

“Olehnya itu, penting untuk didahulukan para OPD ketimbang TGUPP. Kalau tidak ada OPD yang berangkat , kemudian penjelasan dari TGUPP kurang jelas, bisa-bisa programnya nanti tidak jalan,” pungkasnya.


Komentar

News Feed