oleh

Napi Kasus KDRT Ditemukan Tewas Gantung Diri di Lapas Kelas 1 Makassar

MAKASSAR – Narapidana kasus KDRT yang di tahan di Lapas Kelas 1 Makassar, Aryanto Jaya Markas (31), ditemukan tewas gantung diri menggunakan sarung di dalam Kamar Mappenaling, Blok A, Lapas Kelas 1 Makasar, Rabu (9/10/2019) sekira pukul 05.00 WITA.

Kapolsek Rappocini, Kompol Edhy Supriyadi mengatakan, pihak kepolisian telah melakukan olah TKP dan masih menyelidiki motif Aryanto gantung diri.

“Jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan, dan kami tetap melakukan penyelidikan dengan hasil olah TKP yang ada,” kata Edhy.

“Keluarganya sudah kami hubungi, dan kami sampaikan apakah mau diautopsi atau tidak. Tapi hasil pemeriksaan luar jenazah, sama sekali tidak ada tanda kekerasan di tubuh korban. Apabila keluarga tidak berkenan jenazah diautopsi, maka akan langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan,” tambahnya.

Sementara, Kepala Lapas Kelas 1 Makassar, Rubianto mengatakan, Aryanto yang divonis 12 tahun penjara karena membunuh istrinya itu baru seminggu ditahan di Lapas Kelas 1 Makassar. Sebelummnya, kata dia, korban di tahan di Rutan Makassar.

“Dia baru satu minggu di sini, dan masih dalam masa pengenalan lingkungan. Jadi memang terpisah dari napi lain. Setiap napi harus masuk di Kamar Mappenaling selama masa pengenalan lingkungan,” kata Rubianto.

Menurut Rubianto, berdasarkan hasil pemeriksan dokter kejiwaan yang melakukan pemeriksaan terhadap seluruh napi di Lapas Kelas 1 Makassar, korban memang mengalami gangguan jiwa.

“Dia memiliki gangguan kejiwaan, makanya dia sendiri di dalam kamar,” terangnya.

Komentar

News Feed