oleh

2 Hari Buka Pendaftaran Balon Wali Kota, Sudah 7 Kandidat Ambil Formulir di PKS Makassar

MAKASSAR – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Makassar, sejak Selasa (1/10/2019) kemarin telah membuka pendaftaran penjaringan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Makassar, untuk diusung pada Pilwalkot Makasar 2020 mendatang.

Hingga hari kedua pendaftaran atau Rabu (2/10/2019) sore, tercatat sudah ada 7 bakal calon (balon) wali kota MAkassar yang datang mengambil formulis pendaftaran.

Ketujuh Balon Wali Kota Makassar tersebut, yakni; Munafri Arifuddin,Syamsu Rizal, Mohammad Ramdhan Pomanto, Irianto A. Baso Ence, Fadli Ananda, Iqbal Djalil dan Syukriansyah Latief.

Ketua DPD PKS Kota Makassar, Anwar Faruq mengatakan, pendaftaran penjaringan balon wali kota dan wakil wali kota Makassar ini akan dibuka hingga 14 Oktober mendatang. Dimana proses pengambilan formulir dibuka mulai tanggal 1 hingga 7 Oktober. sementara oengembalian formulir pendaftaran mulai tanggal 8 hingga 14 Oktober 2019.

Meski demikian. Untuk Balon walikota yang nantinya akan dikirim kepada Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai PKS provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), menurut Anwar, para balon itu akan melalui beberapa proses yang telah ditetapkan oleh tim penjaringan.

“Mereka yang mendaftar akan melalui beberapa proses yang telah ditetapkan oleh tim penjaringan. Kita akan mengevaluasi dan mereview semua kandidat yang mendaftar, dan dilanjutkan dengan survei, kemudian fit and proper test,” kata Anwar, Rabu (2/10/2019) Sore.

Dalam proses penjaringan, kata dia, nantinya pihaknya akan membuat penilaian berupa pemberian peringkat kepada para Balon yang telah mendaftar. Hal ini dilakukan agar lebih memudahkan panitia penjaring memilih kandidat yang dianggap terbaik.

“Kita ranking, lalu kita serahkan kepada DPW (Dewan Pengurus Wilayah) atau TPPW (Tim Pemenangan Pemilu dan Pilkada Wilayah). Jadi di DPD ini kita melakukan perankingan terhadap kandidat. Ada beberapa kriteria tertentu, menyangkut kecakapan, kemudian elektabilitas, dan polularitas,” terangnya.

Untuk penilaian elektabilitas maupun popularitas terhadap para kandidat yang telah mendaftar, lanjut Anwar, pihaknya akan melihat hasil survei.

“Jadi satu bulan setelah pendaftaran ini, dia (Balon) sudah pulangkan formulir. Bulan November pertengahan, kami akan melakukan survei,” bebernya.

Lebih jauh Anwar mengatakan, meski untuk kader internal akan ada poin tersendiri, namun pada proses penjaringan ini, pihaknya tidak membeda-bedakan antara kader internal PKS dan non-kader. Semuanya tetap harus melalui proses penjaringan dan penyeleksian di tingkat DPD.

“Kita tidak membedakan antara anggota partai maupun eksternal. Sepanjang kapabilitasnya itu ada, maka itu yang kita ranking pembobotannya. Tentunya anggota partai (kader internal PKS) akan ada poin tersendiri,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, poin tersendiri bagi kader internal PKS yang dimaksudnya yakni, ketika nantinya dalam proses penilaian peringkat antara balon eksternal dan internal sama, maka akan diutamakan balon internal untuk diusulkan ke TPPW.

“Kalau bobotnya sama, nilainya sama-sama tujuh misalnya, kemudian ada satu anggota partai dan satunya lagi bukan, ya kita ambil yang anggota partai,” pungkasnya. (Muh. Saddam/B)

Komentar

News Feed