oleh

4 Poin Penting Agar Pemilu Berdaulat

MAKASSAR – Mantan Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia, Wahidah Syuaib menyebut, ada empat poin penting yang perlu diperhatikan agar pemilihan umum (pemilu) berdaulat.

Hal tersebut disampaikan Wahidah seusai menjadi pemateri pada acara dialog publik, dengan tema “Memperkuat kedaulatan pemilu melalui tata kelola pemilu yang baik menuju pilkada 2020,” yang digelar di Jalan Yusuf Dg Ngawing, Makassar, Senin (9/9/2019) Malam.

Keempat poin tersebut antara lain, daftar pemilih tetap (DPT), yang kedua, independensi dalam menentukan pilihan terjaga, yang ketiga adalah jaminan kerahasiaan dalam memilih, dan yang keempat adalah tidak adanya pelanggaran-pelanggar pemilu yang kemudian membuat kemurnian suara mereka menjadi tercederai.

Wahidah menjelaskan, keempat poin itu tidak dapat berjalan, jika partisipasi dan minat masyarakata terhadap pemilu berkurang. Karena, menurutnya inti dari sebuah pemilu ialah keikutsertaan masyarakat terhadap proses tersebut.

“Kedaulatan pemilih bagi saya juga maknai, bahwa penguatan partisipasi masyarakat dalam pemilu, karna kan roh pemilu adalah pemilih,” ucapnya.

Meski demikian, kata Wahida, dalam regulasi yang telah ada selama ini, masyarakat tidak pernah dijadikan entitas inti dalam demokrasi. Sehingga dalam setiap pembuatan regulasi tersebut, masyarakat terlihat seperti memaksakan kehendak untuk bisa terlibat.

“Penyusunan regulasi pemilu, seringkali masyarakat sipil yang betul-betul mendesak kami, ingin memberikan masukan, bukan kemudian DPR memberi ruang untuk masyarakat sipil memberi masukan,” ungkapnya.

Meski demikian, Wahidah mengapresiasi pelibatan masyarakat dalam pengawasan proses demokrasi. Sehingga muncullah laporan-laporan dari masyarakat, jika menemukan dugaan kecurangan.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sulsel, Laode Arumahi, mengatakan, kedaulatan pemilih biasanya dihalangi oleh persoalan data administrasi, khususnya wajib pilih yang tidak terdaftar di DPT, meskipun umur mereka sudah masuk sebagai wajib pilih.

“Selama ini masih direcokin dengan urusan-urusan demokrasi, secara usia sudah bersyarat, dia direcokin bahkan kedaulatannya terancam karna dia tidak terdaftar,” kata Laode.

Penulis: Muh Saddam (B)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed